Edi-Rendi Programkan Rp50 Juta Tiap RT dan 10 Ribu Beasiswa Idaman
(Rendi Solihin bertemu dengan warga Sanga sanga)
TENGGARONG, Jumat 2 Oktober 2020, Cawabup
Kukar Rendi Solihin tampak apik mengenakan baju batik berwarna hitam. Kecamatan
Sanga-Sanga, menjadi rute masa kampanye di kawasan pesisir yang di datangi
pertama kali olehnya.
Rendi Solihin menemui masyarakat Sanga-Sanga
dengan titik pertemuan yang lebih banyak. Itu agar penyampaian visi misi
berjalan lebih efektif.
Selain mendukung program penanggulangan
Covid-19, Rendi Solihin merasa bisa lebih intim dengan warga. Disebabkan arena
kampanye yang berada di tempat-tempat terbatas dan sederhana, justru membuat
kedekatan emosional semakin tumbuh.
Di Kelurahan Pendingin, Rendi Solihin
menyambangi warga dan tokoh masyarakat di rumah Sukiswo di RT 9. Kedatangan
Rendi Solihin rupanya telah ditunggu-tunggu. Sosoknya disebut sebagai
refresentasi sekaligus role model pemuda Kutai Pesisir.
"Beliau bukan orang lain. Karena saat
menjadi legislator dapil pesisir sini," ujar seorang warga. Di antara
tokoh masyarakat Kelurahan Pendingin yang hadir, juga ada Ketua RT 9 Maskuri
dan Agus Priyanto dari RT 4.
Dalam kesempatan itu, Rendi Solihin
menyampaikan berbagai program unggulan yang disiapkan untuk membangun Kota
Juang Sangsanga. Di antaranya terkait program Rp 50 juta tiap RT, 10 ribu
beasiswa idaman hingga pelatihan kerja di tiga zona bagi warga Kukar.
Selain sepuluh program unggulan tersebut,
juga terdapat 23 program dedikasi untuk masyarakat Kukar. Berbagai program
tersebut mencakup keterpenuhan infrastruktur, pelayanan dasar, pertanian hingga
Sumber Daya Manusia (SDM) Mendengarkan pemaparan dari Rendi Solihin, masyarakat
tak segan memberi sejumlah masukan.
Sehingga komunikasi dua arah berjalan begitu
produktif. Misalnya keinginan masyarakat agar Pemkab Kukar kedepan bisa semakin
mempercepat pembangunan infrastruktur di Sangasanga. Terlebih lagi, kondisi
sebagian masyarakat Sangasanga yang saat ini bermukim di WKP Pertamina Field
Sanga-Sanga.
"Kami menaruh harapan agar pembangunan
di Kota Juang Sangasanga ini menjadi prioritas utama. Apalagi, banyak sejarah
panjang perjuangan berasal dari Sangasanga," ujar Sukiswo.
Wakil Ketua RT 24 Dasi menyampaikan apresiasi
atas bapaslon Edi-Rendi yang mau terbuka menerima kritik dan msukan dari
masyarakat saat menggelar masa kampanye. "Memang beliau sudah membuat
perencanaan program. Tapi masyarakat masih berharap agar program tersebut masih
bisa dikembangkan di Kecamatan Sangasanga. Ternyata beliau juga menerima
masukan dari masyarakat tersebut," imbuh Dasi.
Rendi Solihin juga sempat berdialog dengan
kelompok anak muda Sanga-Sanga yang membuat terobosan dalam hal penyelamatan
lingkungan pascatambang. Yaitu ide kreatifnya terkait dengan pengelolaan sampah
plastik yang bisa didaur ulang dan bisa menjadi produk. Mulai dari paving
block, vas bunga, lampion dan lain-lain.
Rendi yang merupakan pemuda pesisir,
mendatangi langsung workshop pengolahan sampah di Kelurahan Sangasanga Dalam
tersebut. Rendi pun menyatakan kesiapannya untuk mendukung pengembangan
kreativitas anak-anak muda di Sangasanga tersebut.
Pengembangan lain pada workshop ini juga
pembuatan formula pupuk untuk mendukung pertanian di kawasan pasca tambang di
Sangasanga.
Sementara di Kelurahan Sarijaya, Rendi juga
benyerap aspirasi kelompok tani setempat. Salah satunya kelompok tani yang
dikelola oleh warga bernama Sugito. Tak hanya berkaitan pengembangan hewan
ternak, kelompok tani ini juga mengembangkan sektor lain, seperti kolam ikan di
pekarangan serta pengolahan pupuk organik.
Lokasi terakhir yang turut menjadi titik
kampanye adalah, Kelurahan Sangasanga Muara. Wilayah ini dianggap memiliki
potensi besar untuk sektor perikanan. Rendi Solihin pun mengatakan perjalanan
masa kampanye di Sangasanga, membuat dirinya bisa menyerap aspirasi warga
setempat. Beberapa aspirasi dan harapan, bahkan kata dia, dikemukakan secara
detail. Hal itu menandakan, keinginan warga Sangasanga terhadap kepemimpinan
Edi-Rendi sangat besar.
"Sangasanga ini menjadi salah satu
tempat bersejarah yang banyak memiliki potensi. Potensi itu bahkan sudah diolah
menjadi kreativitas anak-anak muda," katanya. Sementara Edi Damansyah
mengaku sudah beberapa kali membuat program di Sangasanga. Banyak aspirasi yang
sudah disampaikan langsung kepada dirinya, maupun jajarannya saat menjadi
Bupati Kukar.
"Saya menyampaikan terimakasih yang
besar terhadap masyarakat Sangasanga yang selama ini sudah berinovasi dan
berkreasi membangun kesejahteraan masyarakat. Adanya Rendi Solihin sebagai
pemuda pesisir, saya harap turut bisa mempercepat harapan pembangunan di daerah
pesisir Kukar," tutupnya.(pk)